Senin, 14 Mei 2012

Gigi Busuk bisa Bikin Mati


Gigi Busuk bisa Bikin Mati

Bukan hanya jadi mahasiswa IPDN yang bisa bikin mati, banyak yang tidak menyangka kalau gigi yang bolong juga bisa bikin mati. Sehingga mereka membiarkan saja gigi busuk berlubang bersarang dengan nyaman di mulutnya. Gigi yang berlubang bila tidak dirawat biasanya lama2 akan bertambah besar dan membusuk, seperti hal-nya karang gigi,  kondisi ini  menjadi sarang penyamun bakteri, nah si bakteri inilah biang kerok penyebab infeksi. abses-gigi.gif Bakteri yang berada pada lubang gigi akan merusak jaringan sehingga terbentuk pus atau nanah, selanjutnya pus  menyebar diantara jaringan dan menyebakan pembengkakan di daerah kepala dan leher… uppss bahkan bakteri dan toksinnya bisa beredar secara sistemik ke seluruh tubuh  di dalam pembuluh darah. Keadaan ini bahkan dapat menyebakan kematian akibat sepsis atau bakterimia.
Sebelumnya pernah cerita tentang karang gigi yang bisa menjadi penyebab infeksi pada rongga mulut yang bersifat khronis (lambat perjalanan penyakitnya) maupun acute (cepat perjalanan penyakitnya). Infeksi khronis gejalanya berupa rasa tidak enak dan sakit pada pengunyahan, menimbulkan bau mulut.
Sedang tanda-tanda infeksi acute ini seperti terlihat pada foto pasien-ku diatas, ketika datang ke tempat praktek-ku beberapa tahun lalu,  dalam keadaan pucat, suhu tubuhnya meningkat, terlihat pembengkakan pada daerah infeksi, kelemahan, sakit menelan, kemerahan dan tidak dapat membuka mulut.
Perawatan infeksi memerlukan tindakan yang cepat dan tepat, tindakan pengelolaan yang harus di lakukan adalah sebagai berikut ( ehhmm…”mode serius” “on”):
1. Menghilangkan/mereduksi kuman penyebab infeksi dengan cara pemberian antibiotik yang adekuat, diperlukan walaupun belum ada hasil mikrobiologi mengingat sepsis merupakan infeksi dengan resiko bahaya kematian bagi penderita yang cukup tinggi.
2. Melakukan drainase eksudat, eksisi jaringan nekrosis, pengeluaran benda asing dan tindakan bedah lainnya untuk menghilangkan sumber infeksi .
3. Mengembalikan perubahan hemodinamik yang terjadi dan mengembalikan agar perfusi jaringan berlangsung baik, dengan cara pemberian cairan, pemberian cairan ini berdasarkan pada perubahan fisiologis yang terjadi pada penderita dehidrasi akibat diare, yaitu : 10 – 20 ml/kg BB dalam 20 menit.
4. Mempertahankan dan memulihkan fungsi organ tubuh yang terganggu :
- Memperbaiki jalan nafas : oksigenasi cukup, jalan nafas harus baik (bebas obstruksi).
- Pemberian cairan yang adekuat : guna mempertahankan volume darah , hal ini diperlukan  untuk mengembalikan fungsi homeostasis.
- Perawatan intensif, memperbaiki Keadaan Umum dan intake makanan serta perawatan pasca bedah yang baik.
- Evaluasi pasca bedah untuk mengetahui sumber infeksi lain yang tidak terdrainase jika dipandang memerlukan pembedahan kedua. 
Wiiii…serem amat, pada ga mau khan tak edel2 or tak sobek-sobek pipinya untuk ngeluarin pus/nanahnya? Jadi lebih baik mencegah aja deh…klo begitu, ayo mangaap….periksa kalau ada gigi yang berlubang segera kunjungi dokter gigi minta di tambal. Kalau yg sudah tidak bisa di tambal Ya lebih baik dicabut, daripada jadi bomb waktu…. duooowwrr… mak jegluurr….
Tapi setelah mengalami ini semua, Alhamdulillah pasienku bisa kembali tersenyum…seperti terlihat di foto kedua :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar