Senin, 28 Januari 2013

Tips Nyaman Bercinta Setelah Melahirkan


Pada umumnya setelah melahirkan wanita membutuhkan waktu selama 3 sampai 6 bulan untuk melakukan aktivitas seks. Hal ini disebabkan organ intim wanita memerlukan masa penyembuhan dan peralihan ke bentuk normalnya pasca melahirkan.
Kebanyakan wanita khawatir jika ingin melakukan hubungan seks sebelum organ intimnya pulih seperti semula. Rasa khawatir akan rasa sakit saat berhubungan seks menjadi alasan utama setiap wanita. Sehingga, pascamelahirkan, wanita perlu mendapat dorongan positif agar mampu mengembalikan keintiman dengan suaminya. Berikut 6 hal yang perlu diperhatikan agar seks setelah melahirkan tidak lagi terasa menyakitkan:
1. Dapatkan izin dari dokter
Anda memerlukan persetujuan dari dokter sebelum melakukan seks pasca melahirkan, terutama jika melahirkan secara normal atau melalui vagina. Hubungan seks sebelum 4 minggu masa persalinan tidak hanya dapat merusak jahitan vagina yang belum pulih total setelah melahirkan, tetapi juga membuat Anda rentan terhadap infeksi vagina.
Jika proses kelahiran melalui operasi caesar, tunggu hingga sayatan pada perut telah benar-benar sembuh. Melakukan hubungan seks ketika tubuh belum siap untuk seks akan membuat wanita merasakan rasa sakit, bukannya kepuasan.
2. Pemanasan
Pasangan mungkin akan terlalu bersemangat untuk seks setelah sekian lama tidak berhubungan seks karena kondisi hamil tua dan persalinan. Tetapi Anda tetap tidak boleh melewatkan pemanasan atau foreplay, hal ini dapat meningkatkan keintiman dan menambah pelumasan vagina, sehingga seks tidak menyakitkan.
3. Pelumasan
Setelah kondisi Anda pulih dari proses persalinan, Anda memerlukan pelumas untuk memulai seks. Pelumas dapat membantu melicinkan vagina dan mengurangi rasa sakit, serta meningkatkan kenikmatan.
4. Gunakan kembali alat kontrol kehamilan
Segera gunakan kembali alat kontrol kehamilan untuk mencegah kehamilan, kecuali jika Anda ingin segera memiliki anak kembali. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan alat kontrol kehamilan yang tidak mempengaruhi aktivitas menyusui.
Dokter dapat menyarankan pil yang hanya mengandung progestin dan tidak mengandung estrogen, yang paling sering digunakan oleh ibu menyusui. Tapi jika Anda tidak menyusui, metode hormonal seperti pil atau cincin akan bekerja dengan baik.
5. Posisi yang tepat
Lakukan percobaan untuk menemukan posisi seks yang tepat, sehingga hanya memberikan sedikit tekanan pada setiap jahitan vagina. Pilih juga posisi yang dapat memberi kontrol atas kedalaman penetrasi. Posisi wanita di atas atau women on top dapat menjadi pilihan dan pastikan melakukan seks dengan kecepatan lambat agar lebih nyaman.
6. Latihan kegel
Setelah melahirkan, wanita perlu latihan kegel dengan menegangkan dan melepaskan vagina seperti ketika menahan pipis. Tujuannya adalah untuk memompa aliran darah ke vagina dan mengembalikan kekencangan otot vagina agar kembali kuat seperti sebelum melahirkan.
7. Hindari rangsangan payudara
Jumlah ASI yang keluar dari payudara cukup banyak setelah melahirkan. seringkali hal ini membuat risih suami saat melakukan seks. Apalagi, saat merangsang payudara, keluarnya ASI menjadi hal yang tidak bisa dihindari.
Solusinya, hindari rangsangan di payudara. Masih banyak titik lain yang bisa membangkitkan gairah. Misalnya, telinga, leher, bibir, paha, atau klitoris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar