Sabtu, 26 Januari 2013

Penyebab dan Cara Menghindari Keputihan


 Keputihan sungguh mengganggu aktifitas sehari-hari apalagi terkadang disertai dengan adanya rasa gatal.

 Keputihan mempunyai beberapa penyebab diantaranya adalah :

a. Jamur Candidas atau Monilia
Warnanya putih susu, kental, berbau agak keras, disertai rasa gatal pada kemaluan. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. Biasanya, kehamilan, penyakit kencing manis, pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh menjadi pemicu. Bayi yang baru lahir juga bisa tertular keputihan akibat Candida karena saat persalinan tanpa sengaja menelan cairan ibunya yang menderita penyakit tersebut.

b. Parasit Trichomonas Vaginalis
Ditularkan lewat hubungan seks, perlengkapan mandi, atau bibir kloset. Cairan keputihan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir. Keputihan karena parasit tidak menyebabkan gatal, tapi liang vagina nyeri bila ditekan.

c. Bakteri Gardnella
Infeksi ini menyebabkan rasa gatal dan mengganggu. Warna cairan keabuan, berair, berbuih, dan berbau amis. Beberapa jenis bakteri lain juga memicu munculnya penyakit kelamin seperti sifilis dan gonorrhoea.

d. Virus
Keputihan akibat infeksi virus juga sering ditimbulkan penyakit kelamin, seperti condyloma, herpes, HIV/AIDS. Condyloma ditandai tumbuhnya kutil-kutil yang sangat banyak disertai cairan berbau. Ini sering pula menjangkiti wanita hamil. Sedang virus herpes ditularkan lewat hubungan badan. Bentuknya seperti luka melepuh, terdapat di sekeliling liang vagina, mengeluarkan cairan gatal, dan terasa panas. Gejala keputihan akibat virus juga bisa menjadi faktor pemicu kanker rahim.

Berikut tips menghindari keputihan     :
  • Jalani diet yang seimbang dan banyak minum
  • Konsumsi yoghurt, batasi konsumsi gula
  • Cukup tidur dan istirahat
  • Jangan menggaruk vagina sekalipun gatal
  • Jaga kesehatan daerah kewanitaan seperti sering lebih sering ganti pembalut/tampon, memakai celana dalam adri bahan katun dan tidak ketat
  • Cuci pakaian dalam dengan sabun ringan dan jangan gunakan pembalut/pewangi pakaian
  • Jaga kebersihan tubuh, hindari pembersih vagina yang mengandung parfum
  • Gunakan obat keputihan yang diberikan dokter secara teratur walaupun gejala sudah hilang karena kemungkinan infeksi masih terjadi

Bahaya Keputihan Pada Wanita Hamil


Penyakit keputihan memang rentan sekali menyerang wanita. Tapi perlu dicamkan jangan anggap spele akan penyakit keputihan karena akibat dari penyakit keputihan ini berakibat fatal bila lambat ditangani. Keputihan yang tidak normal karena infeksi yang berlanjut dapat menimbulkan gangguan kesehatan terutama yang terjadi pada ibu hamil. Pada ibu hamil, selain dapat mengganggu kesehatan ibu, keputihan juga dapat berpengaruh terhadap janin.
Infeksi jamur Candida sp. sering menjadi penyebab keputihan pada wanita hamil. Wanita hamil dapat terkena keputihan sejak awal kehamilan hingga trimester akhir menjelang persalinan. Namun pada keputihan karena infeksi jamur, akan lebih berat terjadi pada bulan-bulan terakhir kehamilan karena pada saat tersebut kelembaban vagina paling tinggi.
Tidak ada efek langsung infeksi vagina yang menyebabkan terjadinya keputihan pada janin Selama belum terjadi persalinan dan selaput ketuban masih utuh, dimana janin masih terlindungi oleh selaput ketuban dan air ketuban yang steril, Namun bila saat persalinan masih terdapat infeksi, maka dampak keputihan yang terjadi tergantung penyebabnya, dimana bayi akan terkontak dengan penyebab keputihan tersebut.
Misalnya, pada infeksi Chlamydia dapat terjadi keguguran hingga persalinan sebelum waktunya (persalinan prematur). Infeksi virus Herpes simpleks dapat menyebabkan radang pada otak bayi (ensefalitis). Infeksi jamur Candida sp dapat meningkatkan risiko terjadinya ayan (epilepsi). Infeksi virus HPV dapat menyebabkan terjadinya papiloma laring pada bayi yang menyebabkan gangguan pernapasan dan gangguan pencernaan bayi hingga kematian. Infeksi bakteri Neisserea gonorrhoeae dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi hingga terjadi kebutaan.
Pada keputihan yang disebabkan oleh infeksi, tentunya infeksi yang berlanjut dan tergantung penyebabnya, dapat mengganggu kesehatan ibu hamil. Misalnya bila terjadi infeksi Chlamydia pada kehamilan, dapat terjadi pecahnya selaput ketuban sebelum masa persalinan. Hal ini berakibat terjadinya infeksi pada janin dan juga pada ibu yang dapat menyebabkan infeksi berat hingga kematian.
Maka bagi wanita hamil yang menderita keputihan pada masa kehamilan segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah keputihan tersebut masih normal atau sudah tidak normal dan memerlukan pengobatan. Penanganan atau pengobatan untuk keputihan pada ibu hamil tergantung penyebab keputihan itu sendiri.

Posisi Bercinta Bisa Percepat Kehamilan


Mencoba berbagai gaya saat bercinta dipercaya dapat lebih membangkitkan gairah pasangan Anda. Bahkan ada anggapan bahwa gaya saat bercinta tertentu dapat meningkatkan peluang kehamilan. Benarkah demikian?
Pada dasarnya dalam sebuah pernikahan seks mempunyai dua fungsi, yakni untuk bereproduksi atau menghasilkan anak, dan juga berguna sebagai rekreasi untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan. Jadi wajar saja bila setiap pasangan ingin mencoba macam-macam gaya saat bercinta apabila ingin segera menghasilkan keturunan.
Akan tetapi pada kenyataannya gaya saat bercinta tidak memiliki banyak pengaruh terhadap terjadinya kehamilan. Menurut dokter kandungan, dr. Ivan, peluang kehamilan tidak ada hubungannya dengan posisi bercinta.
Beberapa pasangan bahkan ada yang menaruh bantal pada pinggang saat bercinta dengan harapan agar lekas mendapatkan momongan. Padahal hal itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap proses pembuahan.
Seorang pakar seksologi, dr. Andri Wanananda juga mengutarakan hal yang sama. “Posisi hubungan seksual tidak terlampau berpengaruh untuk terjadinya kehamilan,” jelas Dr Andri,
Dr. Andri mengungkapkan bahwa terjadinya kehamilan dan pembuahan dipengaruhi oleh faktor. Yang pertama adalah kualitas ovarium atau indung telur wanita yang menghasilkan ovum/ sel telur yang baik. Kedua, saluran tuba eustachii atau saluran indung telur yang mengantarkan sel telur bertemu dengan sel jantan atau spermatozoa. Ketiga, tempat  hidupnya janin yakni dinding rahim.
Faktor kualitas sperma laki-laki juga berpengaruh terhadap peluang kehamilan. Jumlah dan bentuk sel jantan serta gerak (motilitas) sel jantan jelas memiliki pengaruh cepat atau tidaknya terjadi pembuahan.

Pijatan Sederhana untuk Redakan Nyeri Menstruasi


Setiap wanita yang akan mengalami menstruasi yang datang tiap bulannya pasti merasakan nyeri haid yang terjadi bukan hanya di perut tapi di seluruh tubuh. Tetapi seringkali banyak wanita yang lalai untuk memijat perut padahal bagian tersebuta merupakan yang paling rentan nyeri saat menstruasi.  Pijatan di sekitar perut bisa membantu meredakan gangguan pencernaan, dan tekanan darah. Pijatan juga bisa membantu meredakan serangan sakit perut dan nyeri yang dialami ketika menstruasi. Sebab, seperti anggapan masyarakat Jepang, bagian perut (disebut hara) merupakan pusat energi dari seluruh bagian tubuh.

Untuk meringankan nyeri haid, ini yang bisa Anda lakukan:

1. Tempatkan telapak tangan Anda di bagian perut dekat pusar.
2. Dengan telapak tangan Anda, buatlah gerakan melingkar di sekitar pusar, searah dengan jarum jam. Lakukan dengan perlahan selama beberapa kali putaran.
3. Kemudian, beralihlah dengan menggunakan ujung jari-jari Anda. Gunakan ujung jari untuk memberi beberapa tekanan pada bagian perut. Tekan-tekan sedikit sambil lakukan dengan gerakan memutar seperti langkah kedua.
4. Jika menemukan titik yang sakit, maka berhentilah sejenak di titik tersebut. Tekan lebih dalam dan tahan sebentar. Kemudian tarik nafas dalam-dalam dan bernafaslah dengan perut.
5. Setelah dirasa cukup, tahan tangan Anda di bagian dekat pusar selama beberapa saat. Tarik nafas dalam-dalam, dan relaksasikan pundak agar otot perut juga ikut rileks.

Cara Memilih Pembalut yangTepat

 
 
Akhir-akhir ini banyak beredar pembalut wanita dengan embel-embel antibakteri, produk herbal, dan antidioksin. Orang awam tak jarang bingung dalam memilih pembalut wanita yang baik plus menyehatkan alias tak memunculkan penyakit baru.
Menurut dr Rachmad Poedyo Armanto SpOG, sebenarnya tak ada kategori khusus dalam pemilihan pembalut wanita. Yang penting, pembalut tersebut dapat menyerap darah haid. ”Hal itu terpenuhi ketika pembalut sering diganti,” ujarnya.
Jika dirasa pembalut sudah ”penuh”, bisa segera diganti. Berapa kali sebaiknya mengganti pembalut? Tak ada ketentuan khusus. Sebab, jumlah darah menstruasi yang keluar sangat individual.
Pada masa awal menstruasi, darah haid yang keluar sangat banyak. Jika demikian, seseorang perlu lebih sering mengganti pembalut. ”Dalam sehari, bisa ganti pembalut lebih dari tiga kali,” tutur spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Mitra Keluarga Waru tersebut.
Rachmad mengatakan, tingkat keasaman vagina berkisar pada pH 4,5. Menstruasi justru menghasilkan bahan sekresi yang cenderung bersifat basa. Karena itu, darah haid di pembalut yang tidak segera dibersihkan dapat menjadi media pertumbuhan bakteri ataupun jamur.
Ditambah, saat menstruasi, suasana di daerah kemaluan cenderung lebih lembap. Akibatnya, bakteri dan jamur semakin banyak berkembang biak. ”Sering mengganti pembalut mengurangi lecet pada daerah kemaluan,” terangnya.
Rachmad beranggapan, tak perlu menggunakan pembalut khusus dengan embel-embel tambahan bahan antibakteri, antidioksin, atau herbal. Sebab, darah haid keluar dari dalam liang senggama. Di daerah tersebut, terdapat kuman flora yang mempertahankan keasamaan vagina. ”Antibakteri di pembalut hanya bekerja di daerah kemaluan. Tak sampai masuk ke liang senggama dan vagina. Jadi, menurut saya, ya sia-sia menggunakan pembalut tersebut,” paparnya.
Bila jarang mengganti pembalut, tentu kuman akan berkembang biak. ”Jadi, intinya adalah sering mengganti pembalut,” tegas Rachmad. (ai/nda)

Tips Atasi Gatal Pada Miss V Ketika Hamil


Wanita dianjurkan untuk menghindari segala bentuk perawatan diri dengan menggunakan obat-obatan selama kehamilan. Bahkan untuk mengatasi gatal pada vagina sekalipun, wanita hamil disarankan untuk menempuh pengobatan alami yang lebih aman bagi kehamilan dan janin.
Gatal pada vagina dapat disebabkan karena perubahan pH vagina yang normal terjadi ketika masa kehamilan. Anda dapat menerapkan perawatan pribadi yang efisien dalam mengurangi gatal dengan menyeimbangkan pH vagina.

 berikut adalah cara untuk mengatasi gatal pada vagina dengan cara menyeimbangkan pH vagina:

1. Buatlah campuran antara baking soda dan air membentuk pasta dan oleskan pada daerha vagina yang gatal. Kemudian cuci vagina setelah beberapa menit untuk mengurangi gatal. Cara ini lebih aman bagi kehamilan dibanding menerapkan krim gatal yang dapat diperoleh di apotek.

2. Berhubungan seksual juga dapat menjadi obat gatal vagina karena sperma pria dapat menetralkan kembali pH vagina. Tetapi berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah berhubungan seks berbahaya bagi jika dilakukan pada usia kehamilan tertentu.

3. Beberapa gatal pada vagina dapat teratasi hanya dengan menerapkan kompres dingin.
Jika gatal begitu mengganggu,

 lakukan upaya pencegahan dengan cara sebagai berikut:
  1. Menjaga kebersihan vagina dan mengeringkan vagina dengan handuk lembut atau tisu setelah dari kamar mandi.
  2. Setelah buang air besar, bersihkan dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus memasuki vagina.
  3. Jangan menggunakan pembersih vagina yang mengandung pewangi atau sabun.
  4. Kenakan pakaian yang longgar agar sirkulasi udara di area vagina lancar dan terhindar dari kelembaban yang menyebabkan tumbuhnya jamur.
  5. Pilih bahan celana dalam yang dapat menyerap keringat dan hindari bahan seperti nilon yang dapat menjebak keringat.
  6. Jangan mengenakan celana dalam pada malam hari untuk meningkatkan aliran udara ke vagina.
  7. Hindari mandi busa atau menggunakan produk wangi lainnya karena dapat menyebabkan gatal iritasi pada vagina dan infeksi saluran kemih.

Alpukat Bikin Perempuan Subur

Setiap wanita pasti ingin memiliki keturunan untuk memepererar tali pernikahan yang sudah dibangun. Untuk itu wanita perlu asupan gizi yang cukup untuk meningkatkan kesuburan. Dengan asupan nutrisi dan gizi yang baik, kesuburan pun akan meningkat. Peluang untuk memperoleh kehamilan pun semakin besar.
Salah satu rekomendasi yang patut dipertimbangkan dalam meningkatkan kesuburan, khususnya pada kaum wanita, adalah mengonsumsi buah alpukat. Penelitian menunjukkan, konsumsi alpukat dan salad dengan campuran minyak zaitun dapat membantu wanita mendapatkan keturunan. Hal ini berlaku khususnya bagi mereka yang tengah menjalani program bayi tabung atau in-vitro fertilization (IVF).
Peneliti berpendapat, lemak tak jenuh tunggal yang banyak ditemukan dalam minyak zaitun, minyak bunga matahari, kacang-kacangan, dan biji lebih baik ketimbang jenis lemak lain untuk calon ibu. Mereka yang mendapatkan asupan lemak tak jenuh paling tinggi memiliki peluang kehamilan 3,4 kali lebih besar setelah IVF ketimbang yang mengonsumsi dalam jumlah terendah.
Sebaliknya, pada wanita yang mengonsumsi lemak jenuh terlalu banyak—umumnya ditemukan dalam mentega dan daging merah, produksi sel telur mereka cenderung lebih sedikit sehingga memengaruhi keberhasilan program IVF.
Para ilmuwan percaya bahwa lemak tak jenuh tunggal—yang sudah dikenal baik untuk jantung—dapat meningkatkan kesuburan dengan menurunkan peradangan dalam tubuh. Hasil riset ini akan dipresentasikan dalam European Society of Human Reproduction and Embryology di Istanbul.
“Jenis makanan yang paling baik untuk dimakan adalah alpukat, yang tinggi kandungan lemak tak jenuh tunggal dan minyak zaitun,” kata Profesor Jorge Chavarro, pemimpin riset ini.
“Ini adalah pertama kalinya untuk pengetahuan kita bahwa lemak makanan berkaitan dengan hasil pengobatan pada bayi tabung,” katanya.
Prof Chavarro meneliti 147 wanita yang menjalani program bayi tabung di Massachusetts General Hospital Fertility Center. Dalam kajiannya, ia menemukan hubungan antara tingginya kandungan lemak tak jenuh tunggal dan angka kelahiran hidup. Asupan tinggi lemak tak jenuh tunggal terkait dengan peluang kehamilan yang lebih tinggi 3,4 kali lipat dibandingkan mereka yang hanya mendapat sedikit asupan lemak tak jenuh tunggal.
“Berbagai jenis lemak diketahui memiliki efek yang berbeda pada proses biologi yang dapat memengaruhi hasil reproduksi, seperti tingkat peradangan atau sensitivitas insulin,” kata Chavarro, yang menambahkan bahwa ikan tetap merupakan sumber terbaik asam lemak omega 3, meskipun dalam penelitian ini tidak dijabarkan kontribusinya.